Tentang Ane

Monday, June 29, 2015

Almost Done Here


Finally, the final exam is dooonee ! yeayy ! and that was supposed to be my last exam in my college years. Yep, alhamdulillaah. I thank Allah SWT for having me succeed in these 8 semesters in International Relations UGM. Eventhough finished with average (almost below-average) GPA, I’m still thanking Allah SWT. Because with His permission, 4 years ago I got accepted in one of the best university in the nation, not mentioning the major I was entering is one of the top major in terms of social sciences study.  

I remember the first time I choose this Internasional Relations major. That was an accident, frankly saying. At that time, the beginning of my 3rd years in high school, I remember choosing Communications Study UGM as my to-be-major in college. I chose Communications because of its vast options of field work after graduation. As a Communications graduate can apply in both government and corporations; mostly become Public Relations (PR) or Marketing. Plus, a Communications graduate can also gain income from organizing an event (EO). Hahaha, even in that high school days, I find myself to be that pragmatic and realistic. 

selamat tinggal masa SMA. haha. udah lama beudt

But, the destiny has changed my mind. During my final years in high school, I often participate in many SNMPTN try out-exam event. That was popular events for 3rd years students, I reckon. And my choice was still the same, Communications major. I choice that major over and over in many try out-exam. At first, I got rejected (few times). But then, my failure never stop me, and I never give up, not for once. I think that “this is my target, I’m in control, and no one’s going to stop me for accomplishing it !”. And with that fiery spirit, I learn from my failure. I study in sections which I didn’t know. I come to my friend’s house for discussion and studying. I spent hours to work on the exam-simulation module. Answer the questions, one by one – going to the next question – answer again – if I wrong, I peek at the “key”. And that was my routine in my 3rd years, especially at the 2nd semester. 

            When time time of exam closing by, I realized something. That I’ve got accepted in Communications few times. Now what ? waiting for the real exam and keep up with studying ? that sounds like a good answer. But my mind said the other thing. I felt challenged somehow. I want something with higher grade than Communications. At least, if I failed, I could still got accepted in Communications. Nothing to lose, yes ? Then, my eyes were set on International Relations. They say that the graduates from this major could become a diplomat, or ambassador in foreign country. “Hey, that sounds awesome. I gotta try that”. I step aside my Communications target for International Relations now. Of course I studied more for this new major. At first, I failed at entering International Relations on try out-exam. That fact never made me back down. The opposite, I became more challenged with this new major. International Relations apparently became my new target. My mind has changed from average-goal-oriented to great-accomplishment-oriented. 

            And when the SNMPTN day comes. I chose International Relations as my 1st choice and Communications as my 2nd choice. Let Allah decided what’s best for me. Even if I fail, I’ll work at my uncle’s motor dealer and wait for the exam next year. It’s a big bet. But I love it.

Now. After 4 years ~

            I’m proud to be a little part of International Relations UGM. This field of study has taught me many things, gave me many friends, and opened both my eyes and mind. Here, we learn mostly about politics and history. It’s fun, you know. Trying to understand point of view and ideology of a nation state, knowing how to negotiate properly, how to solve a problem and seek win-win solution, studying economic, security, global issues, understanding regions, etc. Studying International Relations makes one can have more than one point of views, plus seeing from many aspects; when seeing a problem. Keeping an objective views. This is one important value of studying here. It makes our mindset stays clear. Hehe

motto para MaBa. hahaa

Tuesday, June 16, 2015

Skenario Cantik dari Yang Maha Baik



            Tengah malam. Fulan beristirahat sejenak dari tumpukan tugas-tugasnya. Ia ingin menghirup napas sejenak, di tengah terpaan dinginnya angin malam kali ini. Pikirannya melayang-layang, tertiup angin kemudian mengambang, mengalir kembali ke memori sebulan yang lalu. 

            Hampir tigapuluh hari yang lalu, pikiran dan fisik Fulan hanya berdiam di tempat. Semua dikarenakan perasaannya yang sedang berkecamuk. Pasalnya, ia mendapat berita yang mengejutkan luar biasa. Berita yang dalam sekejap meruntuhkan harapannya, menggerus sebagian cita-citanya, dan mengaburkan sebagian pandangan masa depannya. Yap. 

Namun Allah Maha Tahu apa yang dirasakan hamba-Nya. Fulan pun kemudian diberikan banyak nikmat-Nya. “Alhamdulillaah, banyaknya nikmat ini pasti untuk menghiburku, serta memberikanku ilmu baru. Allah memang mengetahui yang terbaik”, katanya dalam hati. Dalam kurun waktu 2 minggu, pikiran Fulan serasa terbebas dari segala beban. Ia hanya bersyukur telah diberi banyak sekali nikmat oleh Yang Maha Kuasa. 

Namun pada minggu ketiga, pikirannya kembali terbenam, semangat pun juga padam. Fulan pun memutuskan untuk pulang dikala senggang. Bermacam nasehat yang bermanfaat ia dapatkan di rumah; dari lisan Ayah dan Ibunya. Mengetahui Ayah dan Ibu selalu mendukungnya, semangat Fulan pun bangkit. Ia bertekad akan menyingkirkan segala angan yang tak pasti dari dalam benaknya. Dan sebagai gantinya, Fulan akan fokus belajar mulai dari sini. Berkat salah satu nikmat-Nya yang diberikan kemarin, Fulan berhasil dimudahkan dalam mengerjakan tugas akhirnya. Ia optimis dan bersemangat dalam hal yang satu ini. Kemudian, beberapa target ini dan itu sudah ia tancapkan dalam benaknya di awal tahun, akan berusaha ia wujudkan bersama kawan-kawannya.


Kembali ke detik ini ~
Fulan masih tertegun didepan laptopnya. Ia mengamati bagaimana jari dapat secara bebas dan sinkron menulis apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya. Meski tak semua dapat dituliskan disini. Ia tersenyum sembari melebarkan kedua matanya yang mulai sayup mengantuk. Ia bersyukur karena telah diberikan skenario yang begitu “cantik” dari Allah SWT. Mulai dari ia diberikan kesedihan & kekecewaan. Kemudian disusul dengan pemberian nikmat yang bertubi-tubi. Yang mana selama mendapat beragam nikmat tersebut, ia dapat belajar mengenai makna hidup, sabar, dan percaya terhadap takdir Allah SWT; bahwa Ia mengetahui yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Bahwa apapun kehendak Allah, semuanya hanya untuk membuat hamba-Nya bertambah baik, lagi dan lagi. 

Fulan tetap mengantuk, namun masih tersenyum.
          
         Dalam waktu dekat, ia nampaknya tak akan menaruh kepercayaan besar pada seorang terkhusus. Karena kepercayaan mahal harganya, dan ia tak untuk diberikan ke sembarang sosok. Ia kini hanya ingin berfokus kepada kawan-kawan; lama maupun baru, serta sahabat-sahabat yang telah mendampinginya di kala sedih, ataupun senang. Cukuplah nampaknya. Selamat malam :)